Senin, 02 Desember 2013

Ali Dwi Leksono "201343500431"

        Dalam dunia pembelajaran, guru menjadi pusat pembelajaran selama ini. Mereka dianggap mengetahui segala hal oleh siswa. Sehingga siswa menjadi malas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadi suatu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik lagi.
        Karena bila orang tua mampu bekerja sama dengan guru untuk mendidik anaknya untuk lebih aktif dalam mencari informasi.maka yang kegiatan belajar akan menjadi lebih kondusif.karena sumber informasi tidak sekedar kita dapat dari seorang guru tetapi di sekitar kita pun banyak informasi yang dapat kita ambil sebagai bahan pembelajaran.
        Oleh karena itu siswa seharusnya mulai di ajarkan untuk mencari sumber informasi sebanyak-banyaknya dan diharapkan siswa tidak malas dalam mencari dan mengambil informasi yang di butuhkan dalam proses belajar mengajar.
        Hal ini akan menjadikan peran guru sebagai pembimbing akan sesuai dengan seharusnya.karena siswa yang telah aktif dalam mencari informasi tidak akan takut untuk bertanya kepada guru.karana selama ini siswa takut untuk bertanya.sehiangga penyampaian infomasi menjadi terputus damn tidak sampai sepenuhnya kepada para siswa.dengan adanya kerja sama ini diharapkan semua informasi yang penting atau yang dapat merubah perilaku siswa menjadi lebih baik. 

PBHERWANDI 200943501321

Dalam dunia pendidikan, guru menjadi pusat pembelajaran selama ini mereka dianggap mengetahui segala hal oleh siswa. Sehingga siswa menjadi malas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadi suatu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
Pendidikan yang baik harus ada kesimbangan antara peran guru sebagai pengajar dan peran siswa sebagai yang di ajar. Disini guru lebih berperan mengarahkan garis besar materi pendidikan, sementara siswa lebih berperan aktif dalam menggali pelajaran yang telah diberikan guru.
Selain memberikan materi, peran guru juga sebagai pembimbing moral dan akhlak siswa agar dapat berperilaku baik dan positif. Disinilah perlu adanya teladan dari seorang guru dalam berperilaku dan bersikap positif yang sesuai dengan apa yang diajarkan. Sehingga siswa dapat meniru baik perilaku dan tindakan yang diajarkan guru.



Minggu, 01 Desember 2013

Didit Yudhomulyo
201343500479

              Dalam dunia pembelajaran, guru menjadi pusat pembelajaran selama ini. Mereka dianggap mengetahui segala hal oleh siswa. Sehingga siswa menjadi malas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadi suatu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik lagi.
             Walaupun tugas guru itu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa. Tidak semestinya, para siswa selalu mengandalkan seorang guru. Disinilah peran orang tua dibutuhkan oleh para siswa agat memperhatikan anak-anaknya selayaknya seorang guru. Walaupun tak sepenuhnya harus menjadi seorang guru. Orang tua hanya memperhatikan dan memotivasi anak, agar si anak bisa lebih baik lagi. Sehingga tidak bermalas-malasan lagi untuk mencari informasi yang mereka butuhkan.
              Jadi, hal yang dapat mewujudkan pendidikan anak yang lebih baik. Selain peran guru disekolah. Orang tua dirumah pun bisa menjadikan dirinya sebagai seorang guru.

Muhammad Ahsin Fahmi "201343500508"

Dalam dunia pendidikan, guru menjadi pusat pembelajaran selama ini mereka dianggap mengetahui segala hal oleh siswa. Sehingga siswa menjadi malas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadi suatu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
       Pendidikan yang baik tidak harus bertumpu pada guru yang mengajar, Para siswa dapat mencari sendiri ilmu yang mereka butuhkan. Tentu saja, dengan arahan dan pengawasan guru. Di era teknologi yang berkembang pesat ini, informasi sangat mudah untuk di dapatkan. Sehingga informasi dapat dengan mudah di cari oleh siswa.
       Namun, berkembangnya teknologi informasi yang semakin canggih, terdapat sisi negative dan sisi positive. Guru di harapkan dapat membimbing moral siswa agar tidak terjerumus efek negative dari perkembangan teknologi. sehingga, siswa dapat menilai mana yang baik dana mana yang tidak baik.

Nama : Andi Triyanto NPM : 201343500421

     Dalam dunia pendidikan, guru menjadi pusat pembelajaran selama ini mereka dianggap mengetahui segala hal oleh siswa. Sehingga siswa menjadi malas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadi suatu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
   Untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik, maka seorang guru harus berperan aktif didalam dunia pendidikan tidak sekedar mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi harus juga mengajarkan tentang tata cara berperilaku sopan santun terhadap orang lain. Setidaknya guru juga harus bisa mendidik siswanya untuk lebih mandiri, disiplin, tekun, bertanggung jawab dalam berbagai hal. Sehingga siswa bisa menerapkan ilmu itu untuk masa depannya kelak setelah siswa itu lulus sekolah dan menjadin guru itu tidak hanya berpangku tangan serta menikmati gaji dari tempatnya mengajar.
    Oleh karena itu guru harus bisa menjadi acuan siswa untuk patuh dan taat agar siswa itu tidak bandel dan menjadi pembangkang. Maka dari itu menjadi seorang guru adalah subuah tugas mulia untuk mengentaskan seseorang dari kebodohan dan mengajarkan seseorang itu dengan ilmu yang telah ia pelajari sewaktu sekolah dulu. Sehingga seseorang itu akan menjadi siswa yang pintar dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, maka ada istilah " Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. 

Kedudukan Kata Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f4/Ambox_content.png
Artikel ini tidak memiliki referensi sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa diverifikasi.
Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak.
Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh
Pengurus.

Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat. Di sini, kalimat dibagi menjadi dua, yaitu:
Daftar isi


Kalimat tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya mempunyai satu pola kalimat, yaitu hanya memiliki satu subjek dan satu predikat, serta satu keterangan (jika perlu)
Kalimat majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Cara membedakan anak kalimat dan induk kalimat yaitu dengan melihat letak konjungsi. Induk kalimat tidak memuat konjungsi di dalamnya, konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat.
Setiap kalimat majemuk mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Jenis-jenis kalimat majemuk adalah:
  1. Kalimat Majemuk Setara
  2. Kalimat Majemuk Rapatan
  3. Kalimat Majemuk Bertingkat
  4. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat.
Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam, yakni:
Jenis
Konjungsi
penggabungan
dan
penguatan/Penegasan
bahkan
pemilihan
atau
berlawanan
di lanjutkan pada sebuah kalimat majemuk yang kedua (sedangkan)
urutan waktu
kemudian, lalu, lantas
Contoh:
  1. Juminten pergi ke pasar. (kalimat tunggal 1)
  2. Norif berangkat ke bengkel. (kalimat tunggal 2)
  • Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel. (kalimat majemuk)
  • Norif berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar. (kalimat majemuk)

Kalimat majemuk rapatan
Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat atau objeknya sama,maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh:
  1. Pekerjaannya hanya makan. (kalimat tunggal 1)
  2. Pekerjaannya hanya tidur. (kalimat tunggal 2)
  3. Pekerjaannya hanya merokok. (kalimat tunggal 3)
  • Pekerjaannya hanya makan, tidur, dan merokok. (kalimat majemuk rapatan)
Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.
Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam, yakni:
Jenis
Konjungsi
syarat
jika, kalau, manakala, andaikata, asal(kan)
tujuan
agar, supaya, biar
perlawanan (konsesif)
walaupun, kendati(pun), biarpun
penyebaban
sebab, karena, oleh karena
pengakibatan
maka, sehingga
cara
dengan, tanpa
alat
dengan, tanpa
perbandingan
seperti, bagaikan, alih-alih
penjelasan
bahwa
kenyataan
padahal
Contoh:
  1. Kemarin ayah mencuci motor. (induk kalimat)
  2. Ketika matahari berada di ufuk timur. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
  • Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor. (kalimat majemuk bertingkat cara 1)
  • Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 2)

Kalimat majemuk campuran
Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.
Contoh:
  1. Toni bermain dengan Kevin. (kalimat tunggal 1)
  2. Rina membaca buku di kamar kemarin. (kalimat tunggal 2, induk kalimat)
  3. Ketika aku datang ke rumahnya. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
  • Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya. (kalimat majemuk campuran)
Pola Kalimat
Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar tersebut kita kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada kaidah yang berlaku.
Berdasarkan keterangan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kalimat dasar ialah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktrur inti, belum mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupa penambahan unsur seperti penambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Kalimat dasar dapat dibedakan ke dalam delapan tipe sebagai berikut.
Kalimat Dasar Berpola S P
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan. Misalnya:
  • Mereka / sedang berenang. = S / P (Kata Kerja)
  • Ayahnya / guru SMA. = S / P (Kata Benda)
  • Gambar itu / bagus.= S / P (Kata Sifat)
  • Peserta penataran ini / empat puluh orang. = S / P (Kata Bilangan)

Kalimat Dasar Berpola S P O
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba transitif, dan objek berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:
  • Mereka / sedang menyusun / karangan ilmiah. = S / P / O
Kalimat Dasar Berpola S P Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, dan pelengkap berupa nomina atau adjektiva. Misalnya:
  • Anaknya / beternak / ayam. = S / P / Pel.
Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:
  • Dia / mengirimi / saya / surat. = S / P / O / Pel.
Kalimat Dasar Berpola S P K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan harus memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
  • Mereka / berasal / dari Surabaya. = S / P / K
Kalimat Dasar Berpola S P O K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
  • Kami / memasukkan / pakaian / ke dalam lemari. = S / P / O / K



Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, pelengkap berupa nomina atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya :
  • Ungu / bermain / musik / di atas panggung. = S / P / Pel. / K
Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
  • Dia / mengirimi / ibunya / uang / setiap bulan. = S / P / O / Pel. / K

http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimat

HERLINA WIDYASTUTY. NPM 201343500509

. Dalam dunia pendidikan,guru menjadi pusat pembelajaran selama ini.Mereka dianggap mengetahui segala hal oleh siswa,sehingga siswa menjadi malas mencari informasi yang mereka butuhkan.Namun,hal tersebut tidak lantas menjadi suatu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.

 Walaupun demikian,seharusnya siswa tidak boleh bermalas - malasan dalam dunia pendidikan tersebut ,mereka sebagai siswa,justru harus lebih giat lagi untuk mencari informasi yang mereka butuhkan,agar meningkatkan kecerdasan bagi siswa itu sendiri. Dalam hal ini,bukan hanya siswa saja yang harus meningkatkan kecerdasan dalam dunia pendidikan,gurupun diwajibkan untuk mencari informasi yang lebih tinggi lagi di dalam dunia pendidikan,karena guru pun harus lebih cerdas dibandingkan siswanya sendiri.Hal tersebut agar guru bisa lebih mendidik dan mengajarkan siswanya lebih baik lagi,agar tidak ad kesan "Siswa lebih pintar dari Guru",maka dari itu,untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik,tidak ad salah nya guru maupun siswa saling mencari informasi yang sesuai dengan kebutuhan masing - masing.

ahmad kosasi 201343500490

 Dalam dunia pendidikan, guru menjadi pusat pembelajaran selama ini. Mereka dianggap mengetahui segala hal oleh siswa. Sehingga siswa menjadi malas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadi satu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
      Untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik, guru harus berperan aktif. Setidaknya mereka harus membuat sesuatu hal yang menarik yang dapat membuat para siswa belajar mandiri. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat para guru berpangku tangan.
      Karena sosok guru adalah acuan setiap siswa menjadi kreatif atau menjadi pembangkang. Mereka selalu memperhatikan seperti apa sosok guru yang mengajar. Apakah mereka seperti hitler yang kejam atau seperti orang tua yang sayang akan buah hatinya. Maka dari itu untuk mewujudkan pendidikan yg lebih baik guru harus sangat berperan aktif merangkul setiap siswanya.

subur 201343500469

           Dalam dunia pembelajaran, guru menjadi pusat pembelajaran selama ini. Mereka dianggap mengetahui segala hal oleh siswa. Sehingga siswa menjadi malas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadi suatu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.

Sebagai seorang guru, mereka mempunyai metode belajar yang efektif untuk mengajar para siswa. Para siswa mengharapkan belajar yang menyenangkan. Dalam hal itu mereka akan lebih mengerti tentang penyampaian pelajaran yang di sampaikan.

Untuk menjadi siswa yang berprestasi, mereka diharapkan agar belajar bukan hanya pada saat di sekolah saja. melainkan para siswa perlu juga beljar di luar seperti keja kelompok,les, dan mengerjakan tugas.

tugas paragraf bahasa


Dalam dunia pembelajaran, guru menjadi pusat pembelajaran selama ini. Mereka dianggap mengetahui segala hal oleh siswa. Sehingga siswa menjadi malas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadi suatu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
                Dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik, peran orang tua pun sangat dibutuhkan. Mereka  bisa lakukan dengan memperhatikan cara belajar anak dirumah. Sehingga  anak akan  lebih terkontrol dalam belajar. Namun, bisa juga dengan menambahkan waktu belajar di luar jam sekolah seperti les privat.
                Adapun peran lainya dari seorang guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar. Contohnya, mereka harus peka terhadap cara belajar dan penalaran anak itu dalam proses belajar mengajar. Karena cara belajar dan penalaran anak dalam proses belajar mengajar itu berbeda-beda. Oleh karena itu, banyak hal-hal kecil yang perlu lebih  diperhatikan dalam membangun dunia pembelajaran maupun mewujudkan dunia pendidikan yang lebih baik.


Nama: abudul rahman
kelas: s1e
npm:201343500440